Sabtu, 14 November 2009

Tanda - tanda Umum dan Gejala Depresi

Gejala-gejala depresi :

Depresi, kesedihan dan perasaan negatif dapat kita alami dari waktu ke waktu. Berikut adalah daftar gejala-gejala depresi yang paling umum. Jika anda mempunyai lebih dari satu akan gejala-gejala tersebut secara terus menerus, sangat mungkin anda sedang mengalami depresi, yaitu :

- Kesedihan yang menetap, kecemasan, atau perasaan "kosong"
- Pesimis dan merasa putus asa
- Merasa bersalah, tidak layak
- Kehilangan semangat atau kesenangan pada aktifitas di mana orang lain dapat menikmatinya, termasuk seks
- Energi yang menurun, kelelahan, menjadi "lamban"
- Sulit berkonsentrasi, mengingat, membuat keputusan
- Insomnia, bangun tidur lebih cepat, atau terlalu banyak tidur
- Kehilangan selera makan dan atau berat badan, atau terlalu banyak makan dan berat badan bertambah
- Pikiran-pikiran tentang kematian atau bunuh diri, mencoba bunuh diri
- gelisah
- Gejala sakit fisik yang menetap dan tidak kunjung sembuh, seperti sakit kepala, sakit punggung, digestive disorder, dan sakit yang kronis lainnya

Kenali Gejala DEPRESI

disadari penderitanya. Mereka umumnya datang ke dokter dengan keluhan kelelahan, insomnia, nyeri, gejala sakit maag
atau gejala fisik lainnya. Depresi merupakan fluktuasi emosi yang bersifat dinamik, mengikuti suasana perasaan internal
dan eksternal individu. Data Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan, pada tahun 2020 depresi akan jadi beban global
sebagai penyakit kedua di dunia setelah jantung iskemik. Prevalensi depresi diperkirakan 5 persen hingga 10 persen per
tahun, sedangkan prevalensi depresi pada wanita dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pria. Penderita depresi
umumnya memiliki gejala klinis berupa kehilangan minat, menarik diri dari aktivitas sehari-hari, pemurung, kelelahan,
nafsu makan hilang atau malah berlebihan, sulit konsentrasi, ingin bunuh diri. Penderita juga mudah tersinggung,
merasa bersalah, tak berharga, dan pesimistis. Sebanyak 50 persen hingga 69 persen pasien depresi mengeluhkan
gejala somatik, seperti pusing, mual, keluhan lambung, saluran napas, dan nyeri tak jelas sumbernya. Karena itu, perlu
diwaspadai gejala-gejala depresi seperti fatique / kelelahan, insomnia / kesulitan tidur, sesak napas, nyeri punggung,
diare, dan sakit kepala. Pasien juga bisa menderita nyeri dada, gangguan seksual, nyeri pinggang, dan gangguan sistem
saraf otonom. Gejala depresi dapat memburuk, mengganggu perilaku sehari-hari, dan muncul bersama penyakit lain.
Penyakit fisik yang menyertai depresi itu, antara lain, penyakit paru kronik, gangguan neurologik, gangguan pencernaan,
kanker, pascastroke, diabetes mellitus, jantung koroner, dan parkinson. Depresi dan penyakit fisik ini muncul bersamaan,
tetapi sebagai penyakit yang tidak ada hubungannya sama sekali. Depresi muncul dua sampai sepuluh kali lebih tinggi
pada keturunan pertama dibandingkan kontrol normal, dan pada keturunan kedua menurun tajam. Depresi juga bisa
terjadi pada saudara kandung maupun saudara kembar. Faktor biologis pemicu depresi adalah serotonin, norepinephrin,
dan dopamine. Tekanan lingkungan bisa memicu depresi kepada seseorang, seperti putus cinta, pola asuh penuh
keharusan, terisolasi dari pergaulan sosial, perubahan hidup yang besar, dan kesulitan keuangan. Depresi mudah
menyerang orang dengan kepribadian mudah khawatir, harga diri kurang, sensitif, mengkritik diri sendiri, pemalu, tidak
asertif, dan perfeksionis. Pada perempuan, faktor hormonal ikut mendorong terjadinya depresi. Hal ini umumnya terjadi
saat siklus haid, kehamilan atau pasca persalinan, dan menjelang menopause. Kaum perempuan di perkotaan rentan
terkena depresi dibandingkan dengan pria karena menanggung beban ganda. Mereka harus bekerja dan dituntut dapat
mengurus rumah tangga dengan baik. Pengobatan Banyak penderita depresi kurang mendapat pengobatan. Sebab,
pasien umumnya kurang mengenali gejala depresi, perhatian penyakit cenderung pada keluhan somatik atau fisik,
kurang paham akibat buruk depresi yang tidak diobati, terbatasnya pelayanan kesehatan, dan adanya stigma.
Sementara tenaga kesehatan kurang mendapat pengetahuan tentang depresi dan pengobatannya, kurang menguasai
keterampilan interpersonal menghadapi gangguan emosi, sulit mendiagnosis depresi. Sistem penggantian asuransi
untuk gangguan mental masih belum berjalan dengan baik. Ada sejumlah pilihan terapi bagi penderita, yakni
farmakoterapi, psikoterapi, atau konseling dan electroconvulsive therapy (ECT). Farmakoterapi kadang kurang efektif
sebab 52 persen dari dokter umum memakai dosis lebih rendah dari yang dianjurkan. Sekitar 40 persen dari dokter
umum dan tujuh persen dari psikiater meresepkan dalam jangka waktu lebih pendek dari rekomendasi periode terapi
berkelanjutan minimum. Terapi rumatan dengan menggunakan obat antidepresi bisa mengurangi mengurangi risiko
kambuhnya gangguan depresi. Hal ini harus disertai dengan terapi berkelanjutan dengan antidepresan untuk
mengurangi kemungkinan kekambuhan hingga 70 persen dibandingkan penderita yang menghentikan pemberian
obatnya. Obat antidepresan dinilai efektif karena bekerja lebih baik dan cepat daripada nonpsikofarmaka. Syaratnya,
pengobatan harus dipatuhi dengan ketat. Kesalahan yang lazim terjadi adalah tidak memantau hasil pengobatan, efek
samping dan ketaatan berobat, dosis tidak cukup, terlalu cepat menghentikan, dan tidak memberi edukasi kepada
pasien dan keluarganya," ujar Danardi. Bagi pasien depresi yang resistan terhadap pengobatan yang standar dan terapi
kejut, dalam majalah Newsweek disebutkan kini ada metode non-invasif bernama repetitive transcranial magnetic
stimulation (RTMS). Terapi ini merupakan metode non invasif untuk membangkitkan sel-sel saraf pada otak dengan
cepat melalui gelombang elektromagnetik yang lemah. RTMS juga merupakan alat untuk meneliti bagaimana fungsi
otak. Dalam suatu studi baru-baru ini, 45 persen dari pasien yang diberi RTMS mengalami keringanan sedikitnya
separuh dari gejala depresi, sementara 31 persen pasien benar-benar hilang gejala depresinya setelah sembilan minggu
menjalani RTMS. Sejauh ini, RTMS siap digunakan di Kanada, Australia, Selandia Baru, Israel, dan Uni Eropa. Pada
awal tahun 2007, Pemerintah Amerika Serikat kemungkinan mengeluarkan aturan tentang RTMS sebagai penanganan
depresi. Namun, penggunaan RTMS ini butuh penelitian lebih lanjut, terutama bagaimana sebaiknya pemakaian RTMS
kepada pasien depresi jika digabungkan dengan antidepresan dan ECT. Sebab, hingga kini belum ada data yang
konsisten karena tak ada panduan pelaksanaannya dan keterbatasan penelitian yang dilakukan. Selain mengikuti
berbagai terapi itu, penderita dianjurkan melakukan aktivitas positif, menetapkan target harian yang ringan dan dapat
dicapai untuk melakukan aktivitas menyenangkan, merencanakan hal-hal yang akan dilakukan. Cobalah berkumpul
bersama orang lain atau anggota keluarga untuk berbagi rasa. Keterlibatan keluarga penting dalam penyembuhan
pasien. Karena itu, keluarga perlu mendapat informasi tentang perjalanan penyakit, hasil diagnosis, dan rencana terapi.
Keluarga diharapkan bisa ikut membantu mengenali keluhan fisik akibat depresi, mengawasi kondisi pasien, dan
memotivasinya untuk sembuh

MENGATASI KEBIASAAN BURUK DIRI KITA

Setiap manusia memiliki kepekaan terhadap lingkungan dimana dia berada.Kepekaan ini akan menjadi salah satu sumber timbulnya kebiasaan yang sering tanpa kita sadari menjadi akar dalam diri kita.Kebiasaan terdiri dari 2 bagian dimana bagian pertamanya adalah kebiasaan secara sengaja dan keduanya kebiasaan tanpa sengaja.
Kebiasaan ini timbul akibat terjadinya proses yang berulang-ulang kali atau continue seperti contoh kongkrit yang dapat kita lihat yaitu kepekaan seseorang terhadap alat musik yang menjadikan orang tersebut cepat marah atau emosional.Hal ini menjadi suatu kebiasaan buruk atau negatif yang ada daalm diri kita.Kebiasaan ini akan berakar dalam diri kita secara perlahan-lahan layaknya tumbuh-tumbuhan yang disiram akan menjadi subur dan berakar kuat.Kebiasaan yang telah lama berakar dalam diri kita jika itu merupakan kebiasaan buruk akan sangat sulit untuk dirubah tanpa adanya faktor 2 pendorong atau pendukung untuk menghilangkan kebiasaan buruk tadi.Disini diperlu kan juga usaha yang keras dan kehendak yang kuat dalam diri kita untuk merubah ke- biasaan buruk tadi.
Kebiasaan buruk akan berakibat hal-hal yang negatif yang akan terjadi pada diri kita se perti perkembangan pribadi kita menjadi terhambat,dicemoohkan oleh orang lain, diku cilkan dari pergaulan masyarakat,dan mungkin tidak dihargai oleh orang lain yang akan timbul rasa saling curiga.
Untuk mencegah terjadinya kebiasaan buruk yang semakin parah dalam diri kita maka diperlukan adanya suatu usaha yang nyata dari diri kita untuk membantu melepaskan kebiasaan buruk tadi dengan cara seperti dibawah ini.
MOTIVASI YANG KUAT UNTUK BERUBAH
Motivasi yang kuat sangat diperlukan dalam diri kita,jika kita ingin berubah karena tan pa adanya motivasi yang kuat kita tidak akan pernah berubah dan kebiasaan buruk terus menghantui kita.Dengan adanya motivasi dalam diri kita maka timbul pertanyaan kena pa kita harus berubah,karena ini akan meningkatkan rasa percaya diri kita yang tinggi untuk berubah.Dengan adanya motivasi tinggi kita akan berupaya memperjuangkan apa yang menjadi tujuan utama kita yaitu lepas dari kebiasaan buruk.
ADANYA KEHENDAK KERAS DALAM DIRI KITA
Motivasi tanpa didukung oleh kehendak yang keras dalam diri kita untuk berubah akan menjadi sia-sia saja karena tidak akan terwujud apa yang menjadi keinginan kita.Hanya nermodalkan motivasi atau daya dorong yang kuat daalm diri kita tidak akan mengha- silkan apa-apa untuk memerangi kebiasaan buruk.Karena untuk memerangi kebiasaan buruk tentu membutuhkan kehendak yang kuat untuk melaksanakan motivasi yang telah ada seperti menghadapi berbagai tantangan dan rintangan dalam bentuk godaan atau lain sebagainya.
PUTUS HUBUNGAN SELAMANYA DENGAN KEBIASAAN BURUK
Sebagian besar orang akan sulit memutuskan hubungan dengan kebiasaan buruk yang ada dalam diri mereka.Hal ini karena sudah mendarah daging dalam diri kita masing - masing.Dari usaha yang telah dilakukan yaitu motivasi dan kehendak diperlukan suatu strategi untuk memutuskan hubungan dengan kebiasaan buruk tadi.Yang dapat kita ki ta lakukan adalah menemukan strategi yang terbaik dan melakukannya sedikit demi sedikit yang lama kelamaan akan menghilang dan kita akan terbebaskan dari kebiasaan buruk tadi.Dalam melaksanakan strategi tentu perlu adanya kesabaran.Tanpa kesabaran hasil yang diperoleh juga belum tentu memuakan kita.
SATU PERSATU DIHILANGKAN KEBIASAAN BURUK INI
Kita berkeinginan untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut dalam waktu yang sangat singkat.Alhasil yang kita peroleh justru banyak kegagalan.Kegagalan itu bukan berasal dari orang lain tapi dari diri kita sendiri.Maka dari itu kita perlu melihat hasil usaha kita untuk menghilangkan kebiasaan buruk tadi.Kita berupya menghilangkan satu persatu bukan secara sekaligus.Disini kita dituntut untuk memiliki kesabaran untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu secara perlahan-lahan bukan secara spontan semua dilakukan agar cepat selesai.Ini akan berakibat gagal total.Layaknya tumbuh-tumbuhan diberi pupuk hari demi hari akan tumbuh subur tapi jika diberi pupuk melebih takaran yang ada agar cepat tumbuh akan membawa kematian bagi tumbuh-tumbuhan tadi.
MEMBERIKAN FEEDBACK BERUPA PUJIAN DAN HUKUMAN ATAS DIRI KITA
Kita tentu tidak bisa meminta orang lain untuk memuji atau menilai hasil kerja kita atas usaha kita untuk memerangi kebiasaan buruk yang ada dalam diri kita.Yang dapat kita lakukan adalah menilai diri kita sendiri sampai sejauh mana hasil yang tercapai dalam usaha kita memerangi kebiasaan buruk tadi.Hal ini akan terlihat dari tindakan kita sehari-hari atau juga kritikan teman atas tindakan kita.Kita akan secara sadar melihat perkembangan dalam diri kita apakah sudah baik atau belum.Jika belum baik maka kita perlu mendisplinkan diri kita atau menghukum diri kita atas usaha yang masih belum maksimal yang kita lakukan.Kita sendiri yang menentukan hukuman apa yang pantas kita peroleh .Maka dengan demikian itu menjadi suatu pertanda untuk kita agar kita tetap berupaya agar kebiasaan buruk jauh dari kita.

Dalam usaha memerangi kebiasaan buruk kita juga dituntut agar tetap memelihara kebiasaan baik yang telah kita tanamkan dengan cara mengembangkan kebiasaan baik tadi.Ada beberapa usaha yang diperlukan untuk mengembangkan kebiasaan baik kita.Seandainya kita ditampar pada pipi kiri maka berikan juga pipi kananmu,begitu juga dengan kebiasaan buruk kalau kita berhasil menjauhkan kebiasaan buruk maka kita harus tetap memelihara kebiasaan baik dan bukan membiarkannya begitu saja.
Kapan kita mulai?Sejak dini yaitu dari bayi atau juga sekarang bagi yang belum memulai,tidak ada kata terlambat untuk merubah kebiasaan buruk menjadi baik.Kita juga perlu intrsopeksi diri kita atau mengevaluasi diri kita yang disebut sebagai suatu penelitian batin kita yang dapat kita lakukan pada malam hari atau waktu yang relatif panjang atau tidak mengganggu aktifitas kita sehari-hari.
Walaupun kebiasaan buruk dapat kita lakukan seorang diri ada baiknya kita juga didukung oleh orang lain terutama orang yang dapat kita percaya atau teman dekat kita.Bantuan ini sangat besar artinya jika kita mau saling terbuka ,percaya dan tidak ada unsur kebohongan atau menutu=nutupi kekuragan kita.Niscaya hasilnya akan lebih memuaskan.
Usaha kita akan lebih baik lagi jika kita meminta bantuan kepada penyelamat kita yang kita sebut TUHAN.Bagi tiap agama tentu berbeda tapi tetap mempunyai tujuan yang sama untuk meminta bantuan penyelamatNYA.Bila anda bersungguh-sungguh yakinlah bahwa diri anda akan berubah total dalam mengarungi hidup ini.Ini adalah hanya sebuah tips yang mungkin akan berguna bagi anda sekalian dan semoga sukses.

Membina Hubungan Baik Dengan Orang Lain

“Yaa ayyuhalladziina aamanurkau wasjudu, wabudu Rabbakum, wafaluu khaira laallakum tuflihun.”(QS. Al-Hajj:77) Hai orang-orang yang beriman rukulah, sujudlah dan sembahlah Rabbmu serta perbuatlah kebajikan-kebajikan agar kalian memperoleh keberuntungan / kemenangan.
Firman Allah SWT di atas mengisyaratkan bahwa untuk meraih keberuntungan di dunia dan akhirat dibutuhkan usaha terpadu antara kegiatan ubudiyah atau hablumminaLlah dan kegiatan memproduksi kebajikan atau hablumminannaas. Keduanya merupakan kesatuan yang tidak boleh ditinggalkan. Artinya, selain diperintahkan untuk ruku, sujud dan menyembah Allah, seorang mumin juga dituntut aktif berbuat kebajikan terhadap sesama manusia.
Korelasi antara hubungan vertikal (hablumminaLlah) dengan hubungan horizontal (hablumminannaas) juga terlihat jelas dalam sebuah Hadits Nabi
SAW: Ittaqillaha haitsu maa kunta wa atbii sayyi-atal hasanata tamhuha wa khaliqin naasa bikhuluqin hasan. (Bertaqwalah kepada Allah di manapun kamu berada dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik (karena kebaikan dapat mengkompensasi keburukan) dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlaq yang baik).
Dalam hadits tersebut terungkap bahwa perintah bertaqwa kepada Allah harus dilanjutkan dengan berbuat kebaikan serta bergaul dengan sesama manusia dengan akhlaq yang baik.
Dalam kaitannya dengan hablumminaLlah keunggulan kompetitif vertikal seseorang ditentukan berdasarkan tingkat ketaqwaannya (Inna akramakum indaLlahi atqaakum, QS. 49:13). Sedangkan keunggulan kompetitif horizontal ditentukan oleh besar kecilnya kadar kemanfaatan yang dimiliki orang tersebut bagi orang lain (Khairunnaasi anfauhum linnaas, Al-hadits, Riwayat …)
Menyadari adanya keterkaitan yang begitu erat antara hablumminaLlah dan hablumminannaas, para salafus shalih cepat melakukan instrospeksi
(muhasabah) terhadap hablumminaLlah mereka apabila mereka mengalami kesulitan atau masalah di dalam hablumminannaas mereka.
Jadi misalnya suatu saat mereka mendapati istri mereka marah-marah, anak-anak mereka sulit diatur dan bahkan keledai atau onta mereka susah dikendalikan, maka mereka segera merasa bahwa ada yang tidak beres dalam hubungan ubudiyah dan taqarrub mereka kepada Allah.
Sebaliknya, walaupun seseorang rajin beribadah kepada Allah atau menonjol kegiatan ubudiyahnya, bila hubungannya dengan sesama manusia buruk, maka ia tidak akan selamat di dunia apalagi di akhirat. Dalam suatu sirah, digambarkan seorang wanita yang ahli ibadah, rajin shalat tahajjud dan shaum sunnah, tetapi karena ia gemar menyakiti hati tetangganya baik dengan lisan maupun perbuatan, maka ia dikomentari Rasulullah SAW sebagai calon penghuni neraka. Naudzubillahi min dzalik.
Seyogyanya memang hubungan yang baik dan sehat antara seorang hamba dengan Rabbnya akan berimbas atau berdampak positif pada hubungannya dengan sesama manusia.
Pertanyaan bagaimana caranya agar kita bisa membina hubungan dengan baik dengan orang lain ?
1. Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT.
Syarat utama atau modal dasar membina hubungan dengan orang lain adalah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Dengan kata lain kunci utama pembuka hubungan baik dengan orang lain adalah adanya quwwatu sillah billah (kekuatan hubungan dengan Allah). Karena memang seperti sudah disinggung di bagian muqaddimah bila hubungan kita dengan Allah baik, akan baik pulalah hubungan kita dengan manusia lain. Tetapi jika yang terjadi seseorang yang rajin beribadah tetapi akhlaqnya buruk sehingga buruk pula hablumminannaasnya, berarti ada something wrong dalam ibadahnya tersebut.
Boleh jadi ibadah yang dilakukannya tersebut sekedar ritual yang tidak dihayati dan difahami sehingga tidak membawanya pada esensi atau hakikat ibadah tersebut.
Padahal dalam Islam tidak ada dikotomi antara ibadah khasshah seperti ruku, sujud dalam shalat, shaum, haji dll dengan ibadah ammah seperti berbuat baik pada orang tua, tetangga dll. Atau seperti diungkapkan pula di dalam Al-Quran bahwa sesungguhnya shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar.(QS. Al-Ankabut:45) Artinya shalat yang dihayati sampai pada esensinya akan berdampak positif tercegahnya manusia dari keburukan akhlaq.
Secara sederhana hal itu pernah pula diungkapkan dalam lirik ciptaaan penyair Taufik Ismail dan disenandungkan oleh Group Bimbo yakni: ada sajadah panjang panjang terbentang dari buaian hingga ke tepi kuburan.
Jadi dzikrullah atau ingatnya manusia kepada Allah, tak hanya ketika berada di atas sajadah, melainkan juga setelah keluar dari atas sajadah.
Oleh sebab itu sebelum kita membina hubungan dengan orang lain berdasarkan akhlaqul karimah, kita harus lebih dulu membina hubungan dengan Allah yakni dengan cara menerapkan akhlaq terhadap Allah, Rasul dan Al-Quran sebagai pedoman hidup dari-Nya.
2. Akhlaq yang baik (Husnul Khuluq)
Akhlaq yang baik sebenarnya adalah buah keimanan dan ketaqwaan. Ada keterkaitan yang erat antara keimanan dengan akhlaq seperti nampak dalam hadits-hadits yang berisikan perintah-perintah Nabi SAW untuk berbuat baik selalu didahului dengan masalah keimanan, Man kaana yuminu billlahi wal yaumil akhir falyukrim jaarahu (Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tetangganya), Man kaana yuminu billahi wal yaumil akhir falyukrim dhaifahu (Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memulialkan tamunya), Man kaana yuminu billahi wal yaumil akhir falyaqul khairan aw liyasmut (Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau (lebih baik) diam.
Akhlaq yang baik ini meliputi akhlaq terhadap Allah, Rasul, Al-Quran
(vertikal) dan akhlaq terhadap sesama manusia seperti pada orangtua, suami, istri, anak, khadim, teman, tetangga, binatang dan alam.
3. Ketrampilan berkomunikasi dan beradaptasi.
Syarat ketiga untuk membina hubungan dengan orang lain adalah skill, keahlian atau ketrampilan berkomunikasi, berinteraksi dan beradaptasi dalam hubungan dengan sesama manusia. Komunikasi yang baik akan menciptakan suasana menyenangkan, dan hasilnya adalah hubungan yang semakin baik dan harmonis yang akan disusul dengan saling memahami, mengerti, senang, percaya.

10 KUNCI SUKSES MENJADI SAHABAT YANG BAIK

1. Cara kita berbicara terkadang bisa menyenangkan sahabat kita, tapi sebaliknya terkadang malah bisa jadi bumerang bagi jalinan persahabatan yang udah terbina sekian lama. So, nggak pengin kan gara-gara kamu salah ucap sohibmu jadi marah? Nah, sebelum berbicara sebaiknya pilih kata-kata yang bijaksana. Maksudnya walaupun berisi kritikan sekalipun, tapi apa yang kamu ucapkan nggak menyinggung perasaannya karena kata-kata yang udah terlontar keluar nggak bisa ditarik kembali.
2. Perselisihan karena nggak sepaham dalam menyikapi suatu masalah bisa saja terjadi. But, kamu jangan sampai melakukan tindakan yang membuat sohibmu tersinggung, misalnya membicarakan tentang keburukannya dengan temanmu yang lain. Yang perlu diingat, usahakan jangan sekali-kali berbicara dibelakangnya.
3. Membina suatu hubungan persahabatan yang penuh keakraban baik dalam suka maupun duka. So, mulailah untuk saling memahami satu sama lain, baik dalam masalah karakter, prinsip maupun soal kebiasaan sehari-hari.
4. Nggak selamanya hari-harimu bareng sohib akan terasa indah. Bisa jadi sohibmu sedang happy, sementara kamu lagi jutek abis. Jangan biarkan faktor jutek yang sedang melandamu akan mempengaruhi persahabatan kalian. Sebagai teman yang baik, sohibmu akan dengan senang hati mendengarkan keluh kesahmu, tapi jangan manfaatkan mereka sebagai tempat tumpahan kekesalan. Suatu saat kamu juga mesti siap mendengarkan masalah mereka.
5. Kominasi antar sahabat itu penting banget. Sohibmu nggak bisa membaca apa yang sedang kamu pikirkan kalo ada sesuatu yang mengganjal diantara kalian. Cobalah untuk sharing satu sama lain, siapa tahu sohibmu bisa ngasih masukan yang bermanfaat.
6. Jangan egois. Terimalah kenyataan kalo sohibmu nggak bisa selalu mendampingimu setiap saat karena setiap orang kan punya rutinitas masing-masing. Makanya jangan cemburu atau merasa tersisihkan kalo sohibmu sedang tertarik dengan hal lain, sebaliknya berikanlah support terhadapnya. Ketika sohibmu sedang sibuk, kamu bisa mengisi waktumu dengan mengerjakan kegiatan yang kamu senangi.
7. Hargailah pendapat satu sama lain. Setiap individu memiliki hak yang sama buat mengutarakan opininya. Kalo sohibmu nggak setuju dengan pendapatmu bisa jadi dia memiliki alasan tersendiri.
8. Nggak ada manusia yang sempurna. Setiap orang punya kelebihan dan juga kekurangan. Terimalah kekurangan masing-masing dengan saling memberi dukungan serta berusaha memperbaikinya sebagai kunci menuju persahabatan yang langgeng.
9. Ingat kaedah persahabatan, perlakukanlah orang lain dengan baik seperti kamu pengin diperlakukan yang sama oleh mereka. Kalo kamu bisa menghormati orang lain, maka orang lain pun akan menghormatimu.
10. Biasanya kamu akan lebih interest ama orang yang punya minat yang sama dengan dirimu, so kalian bisa melakukan kegiatan tersebut secara bersama-sama. But, jangan menghindar dari orang lain yang memiliki minat berbeda denganmu karena hal ini akan menambah pengetahuanmu

8 KUNCI PENTING LANGGENG PERSAHABATAN

Sahabat memang memiliki arti khusus tersendiri dalam hati setiap orang. Kehadirannya yang tidak hanya mengisi hari-hari bahagia Anda, tetapi juga hari-hari dimana Anda dalam fase mentally breakdown adalah oase di padang pasir.
Tapi selayaknya 2 kepala yang berbeda sudah pasti memiliki isi yang berbeda pula, kadang membina dan mempertahankan persahabatan memang tidak semudah yang dikira. Tapi bukan berarti lantas Anda tidak perlu berusaha untuk mempertahankan persahabatan yang selama ini sudah terjalin kan?
Kami membocorkan beberapa kunci yang harus dipegang selalu dalam hubungan persahabatan yang sehat. Beberapa mungkin Anda sudah camkan baik-baik selama ini, tapi siapa tahu sisanya memang belum pernah terpikirkan oleh Anda..
1. Bersikap terbuka adalah satu landasan penting yang harus dikuasai oleh Anda dan sahabat Anda. Bagaimana mungkin Anda bisa membina persahabatan yang sehat bila dalam hati menyimpan rasa dendam atau bersalah? Bahaslah masalah yang mengganjal hubungan persahabatan Anda dengan terbuka. Jangan lupa pilih timing yang tepat tentunya.
2. Perlakukan sahabat Anda sebagaimana Anda ingin diperlakukan olehnya. Jadi bila Anda ingin ia juga ada untuk Anda disaat down, lakukanlah hal itu lebih dulu padanya.
3. Tidak ada manusia yang sempurna. Menerima kekurangan antara satu sama lain adalah kunci persahabatan yang baik. Tapi bukan berarti Anda tidak bisa mencoba membantunya memperbaiki kekurangan dan sebaliknya, Anda juga harus bisa menerima kritik membangun.
4. Hargai pendapat satu sama lain. Beda pendapat itu wajar, tinggal bagaimana mengkompromikannya dengan baik.
5. Sahabat bukanlah orang yang akan mendampingi Anda selama 24 jam dan 7 hari seminggu. Perlakukan ia seperti Anda sedang menggenggam pasir dalam tangan. Jangan pernah terpikir untuk membuatnya selalu ada untuk Anda. Ia juga punya kehidupan sendiri. Jadi jangan langsung merasa tersisih saat ia sedang sibuk dengan keluarga ataupun teman-teman jaman sekolahnya dulu.
6. Komunikasi. Sounds so cliché? Memang. Tapi hal satu ini memang sangat penting. Sering terjadi maksud baik Anda untuk memperhatikan seorang sahabat malah dianggap sebagai intervensi yang keterlaluan. Kuncinya adalah cara Anda mengkomunikasikan maksud baik tersebut. Ibarat sebuah berlian yang dibungkus karung sampah, isinya tetap sebuah berlian. Agar lebih baik, Anda harus mengganti kemasan karung sampahnya dengan sebuah kotak yang menarik. Itu dia!
7. Seiring berjalannya persahabatannya Anda, belajar satu sama lain akan membuat hubungan jadi lebih sehat, selain tentunya bagus untuk perkembangan Anda. Contoh sederhananya saja, bila Anda pada awalnya selalu ngaret saat janjian, kini kebiasaan itu perlahan terkikis karena sahabat Anda akan rewel atau malah ngambek saat Anda kembali melakukan kebiasaan buruk tersebut. Demikian sebaliknya, kebiasaan buang sampah sembarangan sahabat Anda jadi hilang karena Anda yang membiasakannya buang sampah di tempatnya.
8. Jangan biarkan persahabatan retak karena hadirnya pria. Tidak rela kan membiarkan persahabatan yang terjalin lebih dari 1 dekade bubar hanya karena Anda dan sahabat ‘menggebet’ pria yang sama? Masih banyak ikan di ladang kok, jadi tidak perlu sampai rebutan dan bubar jalan.

10 KUNCI PERSAHABATAN YANG BAIK

1) Pilih orang yang mempunyai minat yang sama seperti anda supaya anda mempunyai persamaan, tetapi jangan membedakan orang yang tidak mempunyai persamaan dengan anda, bersikap terbuka itu lebih baik untuk anda.
2) Ingatlah pada satu pedoman penting iaitu berlaku baik terhadap orang lain sebagaimana anda suka diperlakukan. Sekiranya anda menghormati orang lain,orang lain akan menghormati anda juga.
3) Sedarlah bahawa tiada siapa yang sempurna, setiap orang mempunyai sifat-sifat aneh dan dan kurang baek, dan menerima kecacatan antara satu sama lain adalah kunci persahabatan yang baik.
4) Hargai pendapat satu sama lain.
5) Sadarlah bahawa kawan karibpun tidak dapat bersama 24 jam.
Bina silaturohmi dengan yang lain dan jangan memutuskan silaturohmi.
6) Komunikasi sangat penting, berdiskusilah antara sahabat kamu pecahkan masalah dan hormati keputusanya walaupun kamu tidak setuju.
7) Jangan biarkan faktor luara seperti tekanan (stress) merenggangkan persahabatan anda. Kawan yang baik akan membantu curhat anda untuk melepaskan masalah diri anda, walaupun tidak menyelesaikan malasah paling tidak sesak didada undah PLONG, jangan gunakan sahabat hanya untuk kepentingan kamu aja, tolong juga sahabat kamu yg tertimpa masalah dan kamu hrs bersedia mendengar keluhan dan kerepotan dia.
Belajar daripada satu sama lain.
9) Jangan mengatai (Ngerasani) di belakang kawan anda, sejelek apapun toh dia tetap kawan anda yg sewaktu-waktu kamu akan lari kedia.
10) Pilih kata-kata anda dengan bijaksana kerana krn perkataan yg kasar akan mencoreng hati teman kamu, ingat lidah adalah singa bagi pemiliknya, dengan lidah kamu bisa selamat dengan lidah pula kamu bisa tertekam.